Tak Disangka | Pejuang Perempuan Kurdi Ini Paling Ditakuti ISIS

Siapa yang menduga, mantan Kepala Intelijen angkatan udara Irak berpangkat kolonel di masa pemerintahan Saddam Hussein, Samir Abd Muhammad al-Khlifawi merupakan otak dari pendirian ISIS dan perancang aksi teror selama ini.

Dilansir dari Der Spiegel, pria yang akrab disapa Haji Bakr itu tewas dalam pertempuran sengit di Tal Rifaat di bulan Januari tahun 2014. Sekelompok pemberontak Suriah menembak seorang lelaki berpostur tinggi yang diperkirakan berusia 50-an tahun.

Dan karena maraknya pemberontakan ISIS terhadap kaum perempuan. Kini pejuang perempuan Kurdi sudah mulai ikut berperang dan kini juga banyak yang mengagumi atas keberaniannya mempertahankan negara dan menjunjung kesetaraan dan hak-hak perempuan di tengah invasi kejam tentara Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).


Mereka bagaikan malaikat penyelamat bagi kaum perempuan. Dan bagaikan malaikat maut bagi tentara ISIS.

Kekejaman tentara ISIS membuat amarah mereka terus berkobar. Tentara ISIS sering kali menjadikan perempuan sebagai objek perbudakan, dan pemerkosaan.

Pejuang perempuan Kurdi bagai mimpi buruk bagi tentara ISIS.


Bagaimana tidak, basis pertahanan tentara ISIS di beberapa daerah di Irak sudah habis mereka bombardir.

Berpakaian loreng gurun, rompi anti peluru, serta senapan AK47 di tangan, dua batalion pejuang perempuan Kurdi berkekuatan 500 personel ini, tanpa lelah terus melancarkan serangan kepada tentara ISIS.

Dipimpin oleh Kolonel Ahmad Nahida Rashid (49), pasukan yang berbasis di Sulaymaniyah, Kurdistan, Irak utara, berjuang memukul mundur tentara ISIS yang menguasai daerah mereka.

Dikutip dari The Sun, para tentara ISIS jeri menghadapi mereka. Pasalnya, mereka takut tidak mati syahid karena harus mati di tangan perempuan.

"Ini senjata bagi kami. Mereka tidak suka jika harus mati di tangan kami,” kata Kolonel Nahida kepada The Sun.

Ketakutan tentara ISIS tehadap para pejuang perempuan Kurdi kian menjadi-jadi ketika ratusan lebih tentaranya mati ketika berhadapan dengan pejuang perempuan Kurdi dalam pertempuran sengit di kota Kobane, di perbatasan Turki-Suriah, baru-baru ini.

Baca Juga: